BENARKAH TANPA RIBA? KOK HARGA CASH DAN KREDIT PROPERTY SYARIAH TETAP BEDA?

cara keular dari riba
Keadaan Pemakan Riba Ketika Keluar Dari Alam Kubur. ُ طَّبَخَتَ ي ي ِذَّ ال ُ وم ُقَ ا ي َمَ ك َّ لَِ إ َ ون ُ وم ُقَ ي َ ِ ا لَ َ بِ الر َ ون ُلُكْأَ ي َ ين ِذَّ ال سَمْ ال َنِ م ُ ان َطْيَّ الش ُه “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) gila.” (QS. Al-Baqarah: 275).

Jual Beli dan Riba Jelas Berbeda. Dalam ayat yang sama dilanjutkan, ْ َ يَبْ ا ال َمَّنِ وا إ ُال َ ق ْمُهَّنَأِ ب َكِلَذ اَ بْ ال ُ َّ اللَّ َّلَحَأَ ا و َ بِ الر ُلْثِ م ُع بِ الر َمَّرَحَ و َعْي “Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al-Baqarah: 275).

Menurut DR Erwandi Tirmidzi. Ayat ini berkaitan tentang jual beli yang memiliki perbedaan harga antara cash dan kredit. Karenanya..orang – orang yahudi berpendapat bahwa jual beli dan riba itu sama saja…karena sama2 berbeda antara cash dan kredit..Padahal jelas sangat berbeda..

Kita tinjau dari pengertian riba itu sendiri.. Oleh Syaikh ‘Isa bin Ibrahim ad-Duwaisy Pengertian Riba: Dalam kamus Lisaanul ‘Arab, kata riba diambil dari kata اَبَر. Jika seseorang berkata اً ا الش َبَر بَرَ ا و ًوْبَ ر ْوُبْرَ ي ُئْ ي artinya sesuatu itu bertambah dan tumbuh. Jika orang menyatakan ُ هُتْيـ َبْرَ أ artinya aku telah menambahnya dan menumbuhkannya.

Dalam al-Qur-an disebutkan:
ِ ات َقَدَّ ي الص ِبْرُيَو
“…Dan menyuburkan sedekah…” [Al-Ba-qarah/2: 276] Dari kata itu diambillah istilah riba yang hukumnya haram, Allah Ta’ala berfirman: ِ َّ اللَّ َدْنِ و ع ُبْرَ ي َ لََ ف ِ اس َّ الن ِ ال َوْمَ ي أ ِ ف َوُبْرَيِ ا ل ًبِ ر ْنِ م ْمُتْيَ ا آت َمَو “Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia menambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah…” [Ar-Ruum/30: 39]
Maka dikatakan, ُ ال َمْ ا ال َبَ ر (Harta itu telah bertambah). Adapun definisi riba menurut istilah fuqaha’ (ahli fiqih) ialah memberi tambahan pada hal-hal yang khusus.

Dalam kitab Mughnil Muhtaaj disebutkan bahwa riba adalah akad pertukaran barang tertentu dengan tidak diketahui (bahwa kedua barang yang ditukar) itu sama dalam pandangan syari’at, baik dilakukan saat akad ataupun dengan menangguhkan (mengakhirkan) dua barang yang ditukarkan atau salah satunya. Riba hukmnya haram baik dalam al-Qur-an, as-Sunnah maupun ijma’.

Allah Ta’ala berfirman,
ْ ن ن ِ ا إ َ بِ الر َنِ م َيِقَ ا ب َ وا م ُرَذَ و َ َّ وا اللَّ ُقَّ وا ات ُنَ آم َ ين ِذَّ ا ال َهُّيَ ا أ َي يِنِمْؤُ م ْمُتْنُ ك “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.” [Al-Baqarah/2: 278]

Jadi bila kita mengambil Kesimpulan,
Riba : pinjam meminjam uang dan diambil kemanfaatan dari proses tersebut.

Sedangkan kami developer syariah bukan menggunakan skema pinjam meminjam uang..melainkan proses jual beli dengan cara tertunda..Dimana barang dalam kondisi dipesankan ( Bai istishna )..Lalu bolehkah membedakan harga cash dan kredit..Perbedaan cash dan kredit dalam property syariah disebut sebagai margin ( keuntungan ) bukan bunga..

Kasus 1: Anda pinjam uang 1.000.000. Untuk beli HP dengan syarat harus dikembalikan dalam waktu 10 bulan dan angsurannya 150.000 perbulannya. Jadi selama 10 bulan uang 1.000.000 bertambah menjadi 1.500.000. Nah 500.000 inilah yang disebut dengan bunga ( alias riba )

Kasus 2: Anda beli HP seharga 1.000.000. lalu menjual kembali dengan pembayaran tertunda ( alias kredit ) selama 10 bulan. Anda mengambil keuntungan sebesar 500.000, maka angsuran perbulan menjadi 150.000. Nah 500.000 ini namanya margin ( alias keuntungan ).

Masa iya anda beli 1.000.000 anda jual 1.000.000. dalam islampun diajarkan bisnis harus ada keuntungannya. jika developer memberi waktu selama 10 tahun cicilan tapi harga sama dengan cash, artinya disini developer dizalimi oleh pembeli. dan dalam fiqih jual beli islam , dilarang.

“Riba dan Margin. Beda??”

Hampir sebagian calon pembeli kami salah dalam mempersepsikan property syariah mereka menilai bahwa harga cash dan kredit yang berbeda itu mereka katakan sama dengan BUNGA atau RIBA. contoh, harga cash 375 jt, namun bila diangsur selama 15 th dengan DP 30% nilai total keseluruhan property menjadi 650 jutaan, dan masih menurut pembeli bahwa kelebihan dari 375jt itu adalah RIBA. Apakah benar demikian?
“Developer property syariah menjawab:”

Benarkah demikian, bahwa kelebihan dari 375 jt itu RIBA, nah untuk menjawab persoalan ini, mari gunakan hukum Islam sebagai landasan ilmu untuk menilai sesuatu itu haram atau halal. ISLAM mengharamkan RIBA, karena memang sifatnya yang merusak sistem perekonomian dan menghalalkan jual beli karena menyuburkan sistem perekonomian.

Skema developer property syariah adalah jual beli produk kepada nasabah yang dilakukan pembayaran secara tertunda (kredit) sedangkan bank memakai skema meminjamkan uang kepada nasabah, nasabah membeli property kepada developer dan lalu nasabah mengangsur kepada pihak Bank.

Bank melakukan penambahan nilai dari alat tukar, yaitu uang dan penambahan nilai dari alat tukar inilah yang dikatakan sebagai riba. Pinjam 100 jt dikembalikan dalam tempo waktu 5 th lalu menjadi 300 jt, pertambahan nilai dari alat tukar sebesar 200 jt adalah bentuk nyata riba.

Sedangkan developer syariah menaikkan nilai dari kenaikan nilai harga produk. Contoh : harga rumah tahun 2013 tipe 45/80 hanya 275 jt sedangkan tahun 2016 tipe rumah serupa sudah mencapai 625 jt. Developer syariah menaikkan harga kredit berdasar kenaikan harga nilai suatu produk. Dan disinilah perbedaan yang sangat mencolok dari skema proses jual beli dan skema pinjam uang. Tentu hal ini berkesesuaian dengan hadist nabi mengenai jual beli tertunda.

Dalil ketiga : Hadits Abdullah bin ‘Amer bin Al ‘Ash radhiallahu ‘anhu . أن رﺳول الﻠﻪ ﺻﻠﻰ الﻠﻪ عﻠيﻪ و ﺳﻠم أمرﻩ أن يﺠهﺰ ﺟيﺸا قال عبد الﻠﻪ بن عمرو وليﺲ عندنا ﻇهر قال فأمرﻩ النبي ﺻﻠﻰ الﻠﻪ عﻠيﻪ و ﺳﻠم أن يبتاﻉ ﻇهرا إلﻰ ﺧروﺝ المصدﻕ فابتاﻉ عبد الﻠﻪ بن عمرو البﻌير بالبﻌيرين وباﻷبﻌرﺓ إلﻰ ﺧروﺝ المصدﻕ بأمر رﺳول الﻠﻪ ﺻﻠﻰ الﻠﻪ عﻠيﻪ و ﺳﻠم . رواﻩ أحمد وأبو ﺩاوﺩ والدارقﻄني وحﺴنﻪ اﻷلباني “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku untuk mempersiapkan suatu pasukan, sedangkan kita tidak memiliki tunggangan, Maka Nabi memerintahkan Abdullah bin Amer bin Al ‘Ash untuk membeli tunggangan dengan pembayaran ditunda hingga datang saatnya penarikan zakat. Maka Abdullah bin Amer bin Al ‘Ashpun seperintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membeli setiap ekor onta dengan harga dua ekor onta yang akan dibayarkan ketika telah tiba saatnya penarikan zakat. Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Ad Daraquthni dan dihasankan oleh Al Albani. Pada kisah ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan sahabat Abdullah bin ‘Amer Al ‘Ash untuk membeli setiap ekor onta dengan harga dua ekor onta dengan pembayaran dihutang. Dengan demikian, pada kisah ini, telah terjadi penambahan harga barang karena pembayara n yang ditunda (terhutang). Mudah – mudahan informasi ini bisa membantu kita memahami konsep Riba dan jual beli dengan baik.

wallahu a’lamu bih.
MBA

FAQ tanya jawab tonton youtube disini