E-KTP dan BIAYA MAHAL PEMILU.  Pesimis sekaligus Optimis.

By Muhammad Bahauddin Amin
————————————————————

Ketika pembuatan e-ktp dulu saya masih ingat proses perekamannya cukup panjang. mulai dari antrian 😂, foto diri, sidik jari, retina dan tandatangan. semua data itu “katanya” masuk ke chip didalam KTP

jujur waktu itu g percaya teknologi KTP kita udah sampai sana. jadi terbayang sesaat film2 holiywood yang kalau FBI sedang mem-profiling tersangka, mereka cukup menscan wajah pelaku dan diunggah ke bigdata. lalu semua data muncul seperti nama, alamat, rekaman sidik jari, pekerjaan, penghasilan pertahun, tagihan kartu kredit, transaksi terakhir, keluarga dan riwayat pengadilan. tapi ini terlalu keren kalau beneran ada di KTP kita. tanya kenapa?!?!?!?

pas saya cek pun, depan belakang g kelihatan yang namanya chip memory yang katanya kapasitas 8kb itu. yang ada hanya kelihatan hologram memanjang di bagian depan.

karena akhirnya punya KTP baru ini, so KTP ini tidak saya usik lagi kebenarannya. terdiam bertahun-tahun di dompet. sampai akhirnya akhir 2018 lalu ketika mw transaksi di dealer kendaraan di tangerang. mereka minta KTP. dan disampaikan bahwa KTP papua tidak bisa membeli kendaraan disini. dengan aneh saya bertanya, “walaupun cash? ini kan KTP nasional?”
dijawab bahwa aturan samsat memang begitu. sungguh aneh.

segera saya telepon kenalan di DISPENDUK. penasaran saja, sudah punya KTP canggih yang katanya nasional tapi kok terbatas penggunaan. dan jawabannya cukup bikin bingung “kedepan nnti E-KTP kita arahnya kesana. bisa memudahkan semua aktifitas verifikasi kependudukan. tapi saat ini belum bisa”

singkat cerita, saya pinjam KTP teman di karawaci untuk transaksi.

intinya, saya pesimis dengan E-KTP yang katanya ada chip dan canggih itu. bukan saya saja lho..pakar komunikasi politik Effendy Gazali saat di ILC 11/12/2018 juga berkomentar bingung

Gambar mungkin berisi: 2 orang, termasuk Sujono, teks

“saya tuh selalu ragu-ragu, beneran ada chipnya, saya belum pernah menggunakan KTP saya di card reader manapun dan tiba2 keluar data saya. padahal kartu member asian games saja, klw kartunya di tap di mesin scan, semua data kita keluar. jadi harusnya belajar saja ke asian games ”

artinya klw memang KTP kita secanggih itu dengan biaya pembuatan hampir 6 triliun uang rakyat, maka semua aktifitas WNI harusnya mudah dengan KTP. benar atau benar???

belum lagi kasus pencetakan ratusan KTP bodong di sekitar jalan pasar pramuka lengkap dengan blangko yang mirip dengan aslinya. juga kasus KTP berserakan di sawah yang bagi saya gagal di klarifikasi dirjen dukcapil. ini bukti bahwa KTP kita belum secanggih itu. bahkan mungkin masih “abal-abal”

pesimis tapi optimis. kalau pemerintah mau benar2 serius mengutilisasi sekuritas dari KTP kita, maka saya optimis banyak hal bisa dilakukan.

apa saja? ya banyak…

tapi yang paling saya suka adalah soalan pemilu. mari kita bahas singkat ya. karena ini sudah sering saya bahas bareng teman2 sejak lama.

pertama-tama kita harus pastikan dulu, bahwa KTP kita benar2 seaman kartu ATM. benar2 ada chipnya, benar2 single identity number, 1 orang 1 nomor KK yang g mungkin bisa double, dan KTP kita benar2 bisa discan di mesin barcode asli sehingga semua rekaman digital personal kita benar2 digunakan untuk memastikan KTP itu benar2 hanya kita yang pakai. nah..klw asumsi ini udah jadi realitas maka.

Gambar mungkin berisi: teks

Uang rakyat yang di “pesta porakan” untuk pemilu yang klw 2019 ini katanya hingga 24,7 Triliun itu bisa kita kurangi bahkan mungkin anggaran itu g ada sama sekali. hubungannya apa?

saya kasih datanya dulu ya!

jumlah TPS pilpres 2014 adalah 478.339 kata komisioner KPU Ferry Kurnia di gedung KPU pusat selasa 10/6/2014 lalu. jumlah TPS ini mampu memfaslitasi Jumlah total DPT Pilpres 2014 dalam dan luar negeri sebanyak 190.307.134 jiwa.

yang membuat biaya bengkak saat pilpres dan pilkada adalah anggaran yang ada untuk TPS. mulai dari kertas, transportasi, bilik, sampai saksi dan atributnya. jadi klw TPSnya hilang maka biaya turun drastis. pertanyaannya apa yang bisa menggantikan TPS? jumlahnya harus banyak, tersebar seluruh indo, akurat dalam menyajikan data dan murah meriah. ada yang tahu apa ini??

jawabannya : Mesin ATM

dari library.uc.id dikatakan bahwa jumlah mesin ATM seluruh indonesia 2015 sebanyak 100.000 unit lebih. tersebar seluruh indo dari pelosok desa sampai ke mal di kota besar. bahkan mungkin di kompleks perumahan kita.

ingat bahwa mesin ATM itu komputer mahal, yang menggunakan operating system windows sama seperti laptop kita. terhubung dengan internet terus menerus untuk collect data secara akurat. artinya, klw programer membuat program yang membuat mesin ATM itu bisa membaca KTP kita, dengan identifikasi chip yang ada didalam, maka entah tahun berapa nanti, pemilu cukup dengan mendatangi mesin atm terdekat. murah, meriah, akurat dan santai. g perlu terburu2 harus selesai dalam 1 hari

soal jumlah gimana?
klw jumlah TPS 2014 sebanyak 478.339, dan katanya 2019 ini mw di tambah 2 kali lipat. angka itu kemungkinan 3x lebih besar dari jumlah ATM 2019 ini. saya anggap tetap tidak masalah dan tidak perlu melakukan penambahan ATM. karena pemilu dengan mesin ATM bisa dilakukan 2-4 hari. jadi masyarakat tidak perlu terburu-buru menggunakan hak suara dan antri panjang karena selama 4 hari kapanpun dia bertemu ATM maka dia bisa manggunakan hak pilihnya.

cukup masukkan E-KTP dan pilihan wajah calon Presiden muncul. tinggal kita pilih mau yang mana. dan ATM akan menolak jika KTP yang sama dipakai kembali kedua kali. kenapa? ya karena chip didalam KTP harusnya bisa memberi tahu ke bigdata server bahwa akun ini sudah tidak bisa memilih lagi. lagipula klw KTP sudah valid, maka saya kira KTP jauh lebih akurat daripada DPT. ingat kasus DPT siluman akhir 2018 kemarin? ada 31juta data ganda. KTPnya belum beres, udah pusing lagi sama DPT. akhirnya semua g beres.

ijinkan saya paparkan teori terakhir. logikanya jika pemilu kita jadi murah bahkan bisa gratis gegara KTPnya udah canggih, artinya biaya pemilu yang puluhan triliyun juga hilang kan?

klw biaya pemilu jadi murah, kita bisa pemilu sering-sering. klw perlu masa jabatan gubernur/walikota cukup 1 tahun. masa jabatan presiden cukup 2 tahun. dan dibuat aturan bisa terpilih maximal 3x. asik kan..

kita lihat saat kampanye calon pejabat biasanya akan banyak janji. ketika terpilih lupa sama janjinya. ketika sudah dekat masa akhir jabatan baru sibuk kerja “cari muka” agar terpilih lagi.

kalau masa jabatan dibuat pendek oleh Undang2 kita, maka pejabat terpilih tidak akan punya waktu santai-santai. dia akan sibuk hehehehe…

bayangkan saja, klw walikota terpilih hanya punya waktu 1 tahun untuk bekerja. saya yakin dia nggak akan santai-santai di 10 hari pertamanya. akan sok sibuk supaya tahun depan terpilih lagi.

apa sisi baik lainnya, semua warga negara indonesia punya hak dan kesempatan yang sama untuk menjabat. dengan waktu yang pendek, kita bisa menilai mana yang benar2 kerja, mana yang g usah dipilih lagi. karena bergantian itu jauh lebih bijak. so kita bisa beri kesempatan pada yang lain untuk berkreatifitas lebih baik dari sebelumnya. mungkin….who knows.

mungkin malah KTP kita nantinya bisa diTOP-Up GPN. so pembayaran cukup Tap KTP. toh pembuatan debit card itu juga basisnya KTP kan?? kenapa g KTPnya sekalian dipakai. so ketika mw bayar misalnya di alf**mart, kasirnya akan tanya,

“nama bapak terdaftar di 3 bank, mau pembayaran pakai yang mana pak?” asik kan..

Gambar mungkin berisi: teks

KESIMPULAN:
PROJECT e-KTP memakan biaya hampir 6 Triliun rupiah uang rakyat. harusnya hasilnya adalah kartu idendtitas yang sangat-sangat aman dan canggih melebihi kartu ATM. nyatanya belum bisa! kenapa? karena 50% dana project e-KTP dikorupsi. rekor korupsi terbanyak se indonesia. negara nanggung beban 2,4Triliun dan penetapan tersangka 2014 heboh dengan nama setnov yang muncul kala itu.

jika memberi tanggapan pada debat cawapres kemarin, jujur saya pesimis dengan ide bang sandi untuk KTP kita yang sekarang. tapi saya optimis jika benar2 ada pembenahan serius. maka e-KTP kita benar2 bisa berguna level dewa. termaksud juga dalam menghemat biaya pemilu dan memudahkan pemilik KTP di semua bidang. baik kesehatan, pendidikan, transaksi keuangan, kredit perbankan bahkan mungkin absen masuk kantor/sekolah wkwkwkwkwk…
.
suka dengan ide ini? ada yang kurang tepat? silahkan komentar.

#MBA